Pages

Selasa, 18 September 2012

INSTRUMENTASI ALAT-ALAT GELAS :)


  1. BATANG L ( L ROD )
            Batang L ini biasanya disebut dengan dry glassky, dry glassky berfungsi untuk meratakan suspensi bakteri pada saat dituang ke media . Cara kerja dari alat ini adalah dengan diratakan  pada seluruh permukaan media.

      2. ERLENMEYER

Erlenmeyer berfungsi untuk :
a.       Untuk menyimpan dan memanaskan larutan
b.      Tempat untuk menghomogenkan suatu zat kimia, biasanya digunakan dalam proses titrasi.
c.       Menampung filtrate dari hasil destilasi
Erlenmeyer terbuat dari kaca yang bagian luarnya terdapat skala / volume. Erlenmeyer tidak hanya memiliki 1 macam volume saja tetapi terdapat bermacam-macam volume yaitu 1000ml, 500ml, 250ml, dan ada pula yang bervolume 50ml dan 25ml.


3.  BECKERGLASS

Beckerglass merupakan wadah berupa gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas.
Beckerglass berfungsi sebagai :
a.       Menampung zat kimia
b.      Tempat untuk menghomogenkan suatu larutan
c.       Sebagai media untuk pemanasan suatu zat
Beckerglass memiliki volume yang bermacam-macam yaitu beckerglass 1liter, 500ml, 250ml, 200ml, 150ml, 100ml, bahkan ada pula yang berukuran 50ml. 


4. GELAS UKUR


Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume suatu larutan, bentuk gelas ukur bermacam-macam ada yang besar dan ada pula yang kecil. Gelas ukur juga memiliki skala yang bermacam-macam, dimulai dari 10ml sampai dengan 2liter. Pembacaan volume larutan.yaitu dibaca berdasarkan miniskusnya. Apabila yang di ukur volumenyaadalah larutan yang berwarna maka dibaca miniskus atas, tetapi apabila yang diukur volumenya adalah larutan yang tidak berwarna maka dibaca miniskus bawahnya.


        5. KACA ARLOJI

Kaca arloji merupakan sebuah peralatan dalam laboratorium yang terbuat dari  gelas kaca yang bening berbentuk seperti piring namun mempunyai permukaan yang cekung kedalam dan tembus pandang.
Fungsi dari kaca arloji yaitu :
a.       Tempat saat menimbang bahan kimia
b.      Tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator
c.       Untuk menahan sampel kecil untuk pengamatan dibawah mikroskop berdaya rendah
d.      Sebagai penutup untuk labu dan beckerglass saat pemanasan 

 
     

         6. BOTOL TIMBANG 


Botol timbang berfungsi untuk menimbang bahan kimia terutama bahan cair dan pasta serta bahan yang bersifat higroskopis, contohnya: NaOH dan Na2CO3. Biasanya apabila didalam timbangan tersebut ingin mengurangi jumlahnya atau melebihkan jumlahnya dapat menggunakan pipet tetes dan botol ini harus selalu dalam keadaan tertutup untuk mengurangi penguapan pada zat kimia tertentu. 

7. CORONG GELAS 

 
Corong gelas biasanya digunakan untuk memindahkan suatu bahan/larutan dari satu tempat ke tempat yang lain, terutama pada tempat yang bermulut kecil. Corong juga dapat digunakan untuk tempat kertas saring pada saat kita akan ,menyaring suatu bahan.

8. SPREADER


Kaca tipis seperti objek glass yang digunakan dalam pembuatan preparat apus darah, salah satu ujung nya tumpul.

9. URINOMETER




Alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis (BJ) urine secara langsung. Pengukuran BJ dengan alat ini memerlukan volume urine minimal 40 ml. Bila volume urine kurang, dapat dilakukan pengenceran.
Hasil pemeriksaan BJ urine (urinometer) dikoreksi terhadap :
a.   Suhu
Perbedaan antara suhu kamar dan suhu tera, yaitu:
·         Setiap kenaikan 3° C suhu kamar terhadap suhu tera, akan meningkatkan 1satuan BJ pada akhir perhitungan.
·         Setiap penurunan 3° C suhu kamar terhadap suhu tera, akan menurunkan 1satuan BJ pada akhir perhitungan.

b.  Protein
Setiap kenaikan 0,4 Gram protein/100 ml urine, akan menurunkan 1satuan BJ pada akhir perhitungan.

c.   Glukosa
Setiap kenaikan 0,3 gram glukosa/100 ml urine akan menurunkan 1satuan BJ pada akhir perhitungan.
Perhitungan BJ dengan urinometer menggunakan rumus perhitungan. Rumus perhitungan BJ urine dengan menggunakan urinometer beik pada urine yang telah diencerkan/ tidak diencerkan, dikoreksi terhadap suhu (temperature), protein dan glukosa.

9. PIPET VOLUME



Pipet ini berbentuk panjang ramping dengan gondok atau cembungan dibagian tengahnya. Digunakan untuk mengambil sampel dalam bentuk larutan dengan volume yang tepat seperti yang tertera di gondok pipet tersebut.
Cara menggunakan pipet
Hisap larutan dengan bantuan alat karet penghisap (pushball) melebihi batas skala yang melingkar
Bersihkan permukaan luar  ujung pipet dengan tissue kering yang bersih.
  Keluarkan larutan perlahanlahan dengan ujung pipet tidak menyentuh larutan sampel awal, tepat sampai garis melingkar dengan ketentuan  miniskus bawah untuk larutan idak berwarna dan miniskus atas untuk larutan yang berwarna.
Keluarkan sampel larutan tersebut kedalam instrument/wadah baru yang diinginkan (missal: Erlenmeyer) dengan dialirkan tanpa meniup ujung pipet. Bila masih ada sisa diujungnya, biarkan saja.


10. PIPET UKUR




Merupakan pipet yang digunakan untuk mengambil sample dalam bentuk larutan dengan tepat dan teliti. Pipet ini memiliki volume dengan skala pada bagian batangnya. Pipet ini tersedia dalam berbagai ukuran volume misalnya 0,5 ml, 1 ml, 5 ml, dan 10 ml.
Cara pemakaian pipet: 
  Hisap larutan dengan pipet tersebut melebihi skala teratas pada pipet.
Bersihkan permukaan ujung pipet dengan menggunakan tissue kering yang bersih.
Tepatkan sampai skala teratas tanpa ujung pipet menyentuh sampel awal  dengan miniskus bawah untuk larutan yang tidak berwarna dan miniskus atas untuk larutan berwarna.
Keluarkan larutan ke tempat yang ditentukan sesuai dengan volume yang diinginkan, perlahanlahan. 
Jika larutan dalam pipet masih tersisa kembalikan ke tempat sampel awal. 

11. LABU TAKAR

Merupakan instrument yang digunakan dalam pengenceran sample. Labu takar memiliki volume tertentu yang tertera pada instrument tersebut dengan tepat dan teliti. Sample dibaca miniskus bawah untuk larutan tak berwarna dan miniskus atas untuk larutan berawarna pada garis melingkar yang terdapat di bagian atas labu takar. Labu takar memiliki bermacam macam volume misalnya 5 ml, 10 ml, dll ..
Cara menggunakan labu takar:
Timbang bahan yang akan diencerkan, masukkan kedalam labu takar.
Masukkan larutan pengencer sampai sebelum garis melingkar perlahan-lahan dengan corong.
Tepatkan larutan pengencer dengan pipet tetes sampai garis batas tanpa corong, miniskus bawah untuk larutan tidak berwarna dan miniskus atas untuk larutan yang berwarna.
Tutup dengan penutup labu takar, lalu bolak-balik untuk menghomogenkan. 
 12. BURET
Merupakan glassware laboratorium yang berbentuk seperti pipet panjang dengan volume tertentu,  memiliki skala mulai angka 0 pada bagian atas, dan terdapat kran pada ujung bawahnya. Alat ini digunakan untuk meneteskan sejumlah larutan yang sangat teliti, tepat terukur, volume variable dan biasa digunakan  pada metode titrasi atau volumetri.

Kehatihatian pengukuran volume dengan buret sangat penting untuk menghindari galat sistematik (galat/error: selisih yang ditimbulkan antara nilai sebenarnya dengan nilai yang dihasilkan dengan metode numeric, dan mengakibatkan hasil palsu atau tidak sesungguhnya). Ketika menbaca buret, mata harus tegak lurus dengan permukaann cairan untuk menghindari galat paralaks. Bahkan ketebalan garis ukur juga sangat memengaruhi, bagian bawah miniskus harus menyentuh bagian atas garis.

Miniskus: melengkungnya suatu permukaan zat cair dalam pipet kapiler. Miniskus ada 2 yaitu bawah dan atas.
Miniskus bawah/cekung: permukaan zat cair dalam pipet kapiler melengkung kebawah karena gaya adhesi antara molekul zat cair dan molekul wadah atau volumenya lebih besar dari gaya kohesi antar molekul zat cair.
Miniskus atas/ cembung:permukaan zat cair dalam pipet kapiler melengkung keatas yang disebabkan karena gaya kohesi zat cair lebih besar disbanding gaya adhesi antara zat cair dan wadah. 

Buret memiliki nilai minimal pemakaian 20% dan nilai maksimal pemakaian 80% dari total volume buret.
Jenis-jenis buret:
a. Berdasarkan ukuran:
Buret makro yaitu buret yang memiliki kapasitas 50 ml dan skala terkecilnya dapat dibaca sampai 0,10 ml.
 Buret semimikro mempunyai volume 25 ml dengan skala terkecil dapat dibaca sampai 0,050 ml.
Buret mikro mempunyai volume 10 ml skala terkecilnya 0,020 ml.

b.       Berdasarkan peruntukannya
 Buret asam (dengan cerat kaca)
Untuk larutan yang bersifat asam seperti HNO3, HCL, dll ..
Buret amberglass yang trbuat dari kaca gelap atau cokelat, untuk larutan yang mudah teroksidasi oleh cahaya matahari. Cth: Iodium.
Buret universal yaitu buret yang dapat digunakan pda semua larutan, cerat ujungnya terbuat dari polimer Teflon.

c. Berdasarkan jenis
Buret polos (tidak memiliki alat bantu)
Buret schellbach, yaiu buret yang dinding dalam bagian belakangnya dilengkapi dengan garis biru memanjang diatas dasar putih.

d.       Berdasarkan tingkat ketelitian
Buret klas A memiliki ketelitian tinggi dan biasa digunakan untukpenelitian. Dibuat dari bahan kaca yang memiliki nilai muai panjang yang sangat kecilsehingga pemuaiannya sangat sedikit dipengaruhi oleh perbedaan suhu.
Buret klas B memiliki ketelitiandi dibawah kals A dan biasa digunakan dalam kegiatan pendidikan.
 
Cara menggunakan buret:
1.   Pasang buret pada statif, dengan ujung yang sedikit jauh dengan permukaan meja
2.  Isi buret dengan larutan yang diinginkan melebihi volume yang tertera di skala paling atas
3.  Buka kran buret, biarkan larutan mengalir hingga tidak ada gelembung udara pada kran.
4.  Matikan kran, lalu bersihkan permukaan ujung nuret dengan tissue kering yang bersih.
5.  Buka kran sedikit lalu tepatkan dengan volume buret tersebut.
6.  Letakkan bejana Erlenmeyer yang berisi larutan yang akan direaksikan dibawah ujung buret.
7.  Buka kran buret sedikit untuk meneteskan larutan pereaksi sehingga dapat tejadi reaksi titrasi/ volumetri.
8.  Titrasi dihentikan ketika sudah tercapai titik akhir titrasi (TAT).


13. CAWAN PETRI (PETRY DISH)





Merupakan kaca berbentuk cawan, dalam sebuah cawan petri trdiri dari sepasang cawan bawah yang ukurannya lebih kecil dari cawan penutup. Alat ini digunakan untuk kultur mikroorganisme dengan media tertentu. Cawan petri mempunyai beberapa macam ukuran/ diameter misalnya 15 atau 9 cm. pada cawan petri dengan diameter 9 cm, cukup untuk media sebanyak 10 ml, sedangkan pada 15 cm dapat menampung media antara 15-20 ml.
       
           14. CORONG PISAH


Corong pisah adalah peralatan laboratorium yang digunakan dalam proses ekstraksi untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran antara dua fase pelarut yang berbeda . Corong pemisah berbentuk kerucut yang ditutupi setengah bola. Ia mempunyai penyumbat di atasnya dan keran di bawahnya. Corong pemisah yang digunakan dalam laboratorium terbuat dari kaca borosilikat dan kerannya terbuat dari kaca ataupun Teflon. Ukuran corong pemisah bervariasi antara 50 mL sampai 3 L.







 15. EKSIKATOR

 
Eksikator adalah sebuah wadah dari kaca tertutup yang didalamnya berisi silica gel. Fungsi eksikator adalah untuk mendinginkan bahan atau wadah sebelum dilakukan penimbangan serta untuk menyimpan bahan agar tetap dalam kondisi kering.

 16. KONDENSOR


Kondensor adalah alat untuk membuat kondensasi bahan pendingin gas dari kompresor dengan suhu tinggi dan tekanan tinggi. Untuk penempatanya sendiri, kondensor ditempatkan diluar ruangan yang sedang didinginkan, agar dapat membuang panasnya keluar.
Fungsi kondensor adalah mengkondensasikan uap bekas dari turbin menjadi air kondensatemelalui pipa-pipa pendingin agar dapat disirkulasikan kembali.




 17. Labu Kjeldahl 


Labu Kjeldahl adalah suatu perangkat laboratorium yang berbentuk seperti labu ukur namun bagian dasarnya berbentuk bulat sempurna sehingga labu Kjeldahl tidak dapat berdiri dengan sendirinya. Oleh karena itu, beaker glass sering digunakan sebagai penyanggah labu Kjeldahl.
Labu Kjeldahl sering digunakan pada proses destruksi protein atau analisa protein dengan menggunakan metode Kjeldahl. Pada analisa protein ( destruksi ), sampel yang akan diuji dimasukkan kedalam labu Kjeldahl secukupnya. Kemudian tambahkan dengan pelarut ( pada umumnya Kalium Sulfat atau Asam Sulfat) lalu dipanaskan hingga mendidih dan berhenti berasap. Dinginkan, lalu hubungkan dengan alat destilasi. 

18. LABU DIDIH 


Labu didih adalah alat laboratorium yang terbuat dari gelas (Glass ware) yang berbentuk seperti labu dengan berbagai jenis leher, yaitu ada yang single neck, double neck, dan triple neck. Labu didih ada yang bagian dasarnya berbentuk bundar (round bottom) dan ada juga yang rata (flat bottom). Labu didih biasanya terbuat dari kaca tahan panas pada suhu 120-300 ‘C. Ukurannya beragam, mulai dari 250 mL sampai 2000 mL. Fungsi labu didih (boiling flask) adalah untuk memanaskan larutan dan menyimpan larutan.
19. PIPET TETES
Pipet tetes (drop pipette) adalah alat laboratorium yang terbuat dai mika yang diatasnya terdapat karet penghisap untuk menhisap larutan jika dipencet. Pipet tetes berfungsi untuk membantu memindahkan cairan dari wadah yang satu ke wadah yang lain dalam jumlah yang sangat kecil yaitu setetes demi tetes.

  

20. TABUNG REAKSI

Tabung reaksi adalah tabung genggam yang digunakan untuk mencampur atau memanaskan bahan-bahan kimia di laboratorium. Tabung tersebut terbuka dibagian atas dan dasar tabung yang bulat. tabung Reaksi biasanya terbuat dari bahan kaca atau plastik. Fungsi dari tabung reaksi adalah untuk menampung bahan-bahan kimia yang berbentuk cair (larutan).


                  21. HAEMOCYTOMETER

HAEMOCYTOMETER adalah alat untuk menghitung jumlah sel eritosit, leukosit, thrombosit, eosinofil. Isinya adalah pipet Throma dan bilik hitung.







 
a.       PIPET THROMA LEUKOSIT DAN THROMA ERITROSIT


·         Pipet Throma Leukosit berwarna putih, skala angka 0.5 – 11. Untuk pengenceran darah pada hitung jumlah sel leukosit dan eosinofil.
·         Pipet Throma Eritrosit berwarna merah, skala angka 0.5 ; 1 ; 101. Untuk mengencerkan darah pada hitung jumlah sel eritrosit dan trombosit.










a.       KAMAR HITUNG / BILIK HITUNG

Alat untuk menghitung jumlah sel-sel darah yang diencerkan dalam volume tertentu.








            






           22. PIPET LED (Laju Endap Darah)
                 Ada 2 macam pipet untuk LED :

 Wintrobe alat untuk mengukur laju endap darah dengan skala yang sma dengan westergreen, tetapi wintrobe pembacaannya kurang spesifik.

---

Westergreen alat untuk mengukur laju endap darah dengan skala 0 – 20 yang menggunakannya diletakkan tegak lurus pada rak westergreen.





  

23. HAEMOMETER














Dalam kotak haemometer sahli terdapat:
1.      Tabung HB 02 – 22% tempat untuk mengencerkan dan membaca kadar HB
2.       Skala pembanding standart warna untuk membandingkan warna yang terjadi pd tabung HB
3.       Batang pengaduk, untuk mengaduk supaya homogen
4.       Botol berisi HCl 0.1N
5.       Pipet Hemoglobin dengan skala 20 mikrometer

24. OBYEK GLASS 


Objeck glass adalah suatu alat yang terbuat dari kaca yang digunakan untuk pembuatan hapusan darah tepi, golongan darah ataupun pemeriksaan mikroskopis.








25. DECK GLASS / COVER GLASS


Deck glass / cover glass adalah alat ini dibuat khusus untuk menutup kamar hitung saat perhitungan jumlah sel, atau untuk menutup obyek glass pada pemeriksaan mikroskopis.





Ini adalah kumpulan-kumpulan alat-alat laboratorium yang terbuat dari gelas. Selamat membaca. Terimakasih.....


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar